Nama saya Dzulmar IAZ. Saya seorang pelajar, saya bercita-cita menjadi seseorang yang dapat menemukan sesuatu. Tertarik pada dunia digital dan astronomi.
         Saya seperti ini karena saya begini, bukan begitu.
Selengkapnya>>

Minggu, 16 Desember 2012

Pendahuluan

alam semesta, jagat raya, universe, tata surya, galaksi, galaxi, galaxy, bintang, bimasakti, bima sakti, milky way
    Alam semesta adalah tempat yang luar biasa luas. Sangat mustahil teknologi zaman sekarang untuk dapat pergi ke ujung alam semesta kita. Tetapi perkembangan teknologi sangat pesat, mungkin saja suatu saat kita akan bisa sampai di ujung alam semesta kita.

    Selain luas, alam semesta kita juga dipenuhi oleh banyak misteri yang sangat luar biasa. Bukan hanya misterinya, tetapi fakta yang ada pun menunjukan jumlah yang tidak kalah banyaknya. Memang alam semesta ini selalu berhubungan dengan angka yang sangat banyak.

    Banyak pendapat mengenai alam semesta, dan teori mengenai alam semesta pun muncul. Sumbernya pun beragam, tetapi yang paling sering didengar berasal dari hasil pengamatan langsung atau  dari hasil riset ilmiah. Sumber lainnya adalah dari beberapa kepercayaan agama tertentu yang berasal dari kitab-kitab Illahiah. Memang banyak kesamaan di antara keduanya, tetapi seringkali juga terjadi perselisihan di antara keduanya.

    Dan agar tidak mengalami kebuntuan, di sini harus ditentukan sumber mana yang akan dipakai. Walaupun begitu, bukan berarti sumber yang tidak dipakai adalah sumber yang tidak dipercaya, melainkan hanya tidak terlalu dibahas. Di sini kita menggunakan sumber pertama, yaitu menurut hasil riset ilmiah dan logika.

    Bila bersumber dari kepercayaan atau agama tertentu, maka akan cenderung menganggap semua yang ada di alam semesta adalah ciptaan sang maha kuasa, bersumber dari kitab yang diturunkan oleh sang pencipta alam ini, beserta dengan para malaikat-Nya dan benda-benda ciptaan-Nya. Sedangkan bila bersumber dari ‘yang bukan menurut kepercayaan dan agama tertentu’, maka cenderung memandang alam semesta ini memang sudah sejak dulunya seperti ini, dan bentuknya memang begini, bukan karena ada ‘sesuatu’ yang membuatnya begitu.

    Oleh karena itu, semua artikel yang ada di blog ini berasal dari sumber riset ilmiah, dan tidak mengikuti kepercayaan apapun. Tetapi bila ingin berkomentar, sobat boleh menyertakan beberapa petikan ayat dari kepercayaan sobat.

    Dan kaidah pokok blog ini adalah: “Alam semesta seperti ini karena memang begini, bukan karena ada sesuatu yang  membuatnya begitu.”

    Baiklah, terlepas dari hal itu, alam semesta ini belum bisa dikatakan terjelajahi sepenuhnya. Hal ini bisa dilihat dari banyaknya misteri mengenai alam semesta yang belum terpecahkan. Dan masih sangat banyak pertanyaan seputar alam semesta.

Apa itu alam semesta?


     Bisa dibilang, alam semesta adalah “Segala sesuatu yang ada”

Berapa umur alam semesta?


    Mungkin pertanyaan yang lebih baik adalah: “Sudah berapa lama sejak terjadinya dentuman besar (Big Bang)?” Tergantung, seberapa cepat alam semesta mengembang.

Alam semesta tersusun oleh apa?


    Bisa dibilang atom. Dan kumpulan atom membentuk partikel, lalu partikel berkumpul menjadi materi. Jadi alam semesta tersusun oleh atom.

    Ah, saya mendapatkan sesuatu yang menarik dari sebuah buku yang saya baca. Judul bukunya adalah “Introducing The Universe” karya Felix Pirani dan Christine Roche. Di dalamnya terdapat sebuah ilustrasi yang menceritakan percakapan 2 orang.

A: “Apa itu materi?”
B: “Tidak usah dipikirkan.”
A: “Apa pikiran itu?”
B: “Bukan materi”

    Ya, materi adalah penyusun alam semesta. Dan materi tersusun dari partikel yang disusun oleh atom. Tetapi bila itu benar, maka pikiran kita bukanlah bagian dari alam semesta, karena alam semesta tersusun dari materi, sedangkan pikiran kita bukanlah materi.
  

Apa yang ada?


    Dari sini hanya ada bulan, beberapa planet, dan banyak bintang  yang  terlihat. Dan itu pun lebih banyak terlihat pada malam hari. Tetapi lebih dari itu, manusia menggunakan alat bantu  untuk melihat lebih jauh alam semesta, dan orang-orang itu biasanya disebut ‘astronom’. Dengan alat bantu itu, pengelihatan mereka berbeda dari pengelihatan kita sehari-hari.


    Dan selain pertanyaan di atas, masih sangat banyak pertanyaan lainnya seputar apa yang ada di balik langit malam. Dan untuk memecahkan misteri itu tampaknya para ahli masih butuh banyak waktu untuk menemukan jawabannya.

    Tetapi biasanya, bila suatu pertanyaan telah ditemukan jawabannya, maka akan muncul lagi lebih banyak pertanyaan. Dan hal ini tidak bisa dihindari. Itulah alam semesta kita, sebuah ruang  yang diisi oleh banyak benda yang memiliki berbagai macam struktur.

    Tapi struktur inilah yang membuat jagat raya menarik untuk diteliti. Karena siapa yang akan tertarik pada alam semesta jika alam semesta hanya terdiri dari seonggok batu? Tidak akan ada, alam semesta seperti itu tidak akan dipedulikan oleh siapa pun.

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More