Nama saya Dzulmar IAZ. Saya seorang pelajar, saya bercita-cita menjadi seseorang yang dapat menemukan sesuatu. Tertarik pada dunia digital dan astronomi.
         Saya seperti ini karena saya begini, bukan begitu.
Selengkapnya>>

Selasa, 18 Desember 2012

Skala alam semesta


    Ya, alam semsta sangat luas, jadi akan sulit bagi otak manusia untuk ‘mencerna’ jumlah angka yang terkandung di dalam jarak di alam semesta. Walaupun di Indonesia mungkin kita  sudah sedikit terbiasa mendengar nominal ‘miliar’, karena pengaruh ekonomi, tapi di atas itu akan sulit bagi otak untuk membayangkan ukuran nyata dari sebuah ruang. Oleh karena itu, akan sulit bagi manusia untuk mengatahui dengan pasti ukuran sebenarnya alam semesta.


    Kita ambil contoh, bila matahri diibaratkan seperti bola basket, maka jarak dari matahari ke Bumi adalah 105M!  Dan jarak dari matahari ke planet terjauh Neptunus adalah lebih dari 800M!

    Di bawah adalah contoh bentuk skala alam semesta, coba scroll untuk memperluas atau mempersempit.

Skala:


    Dilihat dari situ, diketahui bahwa ternyata selain ukuran yang sangat besar, ukuran yang sangat kecil pun sangat sulit dicerna oleh otak manusia. Dan terlebih lagi, pengelihatan mata manusia sangat terbatas.

    Oleh karena itu, para ilmuwan membuat skala alam semesta. Agar otak manusia dapat mencerna ukuran alam semesta, dengan membuat ukuran-ukuran alam semesta menjadi berbeda dengan yang aslinya dan menjadi lebih kecil. Ukuran planet-planet di tata surya harus diperbesar, ukuran matahari harus diperkecil, dan jarak mereka semua harus didekatkan, itu semua agar dapat dimasukan ke dalam sebuah ‘buku’ atau ‘ensiklopedia’.

Penggunaan bilangan


    Untuk memperpendek jumlah angka yang sangat panjang, digunakan sistem notasi. Seperti misalnya, ada sebuah planet  yang berjarak 400 ribu juta milyar (tidak baku) kilometer dari bumi, maka bila ditulis dalam angka  akan sangat panjang dan menjadi 400.000.000.000.000.000.000 KM, sedangkan dalam sistem perhitungan, akan sulit menghitung bilangan dalam bentuk huruf.

    Di sinilah sistem notasi  dibutuhkan, sistem ini menggunakan sistem pangkat sepuluh. Jika n adalah bilangan sembarang, maka 10n berarti 1 diikuti oleh n buah angka nol, dan 10-n berarti 1 dibagi dengan 10n. Contohnya satu milyar dapat ditulis menjadi 109 dan 4 triliyun bisa ditulis menjdai 4x1012. Bisa juga bilangan sepersejuta (0,000001) bisa ditulis menjadi 10-6.

    Pangkat sepuluh pun dapat dikalikan dengan menambahkan eksponennya:

109 x 10-6=103

    Dan eksponen sepuluh juga memiliki nama:

Giga (G)=109
Mega(M)=106
Kilo(k)=103
Mili(m)=10-3
Mikro(µ)=10-6
Nano(n)=10-9

Ukuran alam semesta


    Dari penjelasan di atas,  maka kita bisa berpikir jika ukuran alam semesta diperkecil hingga 1010 kali, maka semua planet yang ada menjadi sangat dekat.

  • Jarak ke Pluto menjadi 600M
  • Ke Proxima Centuri menjadi 4.000 Km
  • Ke Matahari menjadi 15 M
  • Jarak ke Jupiter menjadi 78 M
  • Ke pusat galaksi menjadi 26.000.000 Km

    Selain di atas, maka waktu yang ditempuh cahaya dari andromeda sekitar 2 jam. Dan cahaya dari objek terjauh membutuhkan waktu setengah tahun.

    Itulah beberapa bukti betapa luasnya alam semesta ini. Jarak dari Bumi ke Pluto pun belum bisa dicapai dengan usia manusia. Kita kadang memikirkan betapa kecilnya kita di alam semesta ini. Dan dengan jarak yang sangat jauh itu membuat kita  bertanya-tanya, “Ada apa di luar sana?”. Dan hingga kini pertanyaan itu masih berusaha dijawab oleh para ahli menggunakan kemampuan mereka.

    Kau tidak bisa mempelajari alam semesta semudah kau mempelajari sel, karena alam semesta tidak bisa dipelajari dari luar.


Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More